Sejarah Kopi
Tanaman kopi merupakan salah satu komoditi unggulan
Indonesia, terbukti kopi Gayo dari Aceh tercatat sebagai kopi termahal di dunia
mengalahkan kopi brazil yang terkenal itu, karena aroma dan rasanya banyak
diminati oleh para pecinta kopi di berbagai belahan dunia.
Manfaat kopi dapat dirasakan sebagai penambah energi, menjaga mood bahkan bisa mencegah serangan jantung dan stroke, hanya jika diminum dalam kadar yang wajar, dua sampai tiga gelas sehari cukup untuk membuat tubuh kita bugar jangan sampai berlebihan, alih-alih mendapat manfaat malah keracunan yang kita rasakan.
Komunitas pecinta kopi kini semakin dimanjakan dengan hadirnya kedai-kedai kopi dari mulai kelas pinggir jalan sampai pada kelas cafe-café mewah yang menyajikan aneka cita rasa kopi yang sangat beragam dan unik, bahkan ada sebuah kedai kopi di Bandung yang sudah berusia puluhan tahun menyajikan kopinya dengan cara disimpan terlebih dahulu selama lima sampai delapan tahun agar mendapatkan sensasi kopi yang unik dan berkadar asam rendah sehingga sehat bagi lambung para pelanggannya.
Manfaat kopi dapat dirasakan sebagai penambah energi, menjaga mood bahkan bisa mencegah serangan jantung dan stroke, hanya jika diminum dalam kadar yang wajar, dua sampai tiga gelas sehari cukup untuk membuat tubuh kita bugar jangan sampai berlebihan, alih-alih mendapat manfaat malah keracunan yang kita rasakan.
Komunitas pecinta kopi kini semakin dimanjakan dengan hadirnya kedai-kedai kopi dari mulai kelas pinggir jalan sampai pada kelas cafe-café mewah yang menyajikan aneka cita rasa kopi yang sangat beragam dan unik, bahkan ada sebuah kedai kopi di Bandung yang sudah berusia puluhan tahun menyajikan kopinya dengan cara disimpan terlebih dahulu selama lima sampai delapan tahun agar mendapatkan sensasi kopi yang unik dan berkadar asam rendah sehingga sehat bagi lambung para pelanggannya.
Jenis-jenis tanaman kopi
Ada puluhan spesies kopi dan berbagai varietas nya, hanya
ada dua jenis yang populer di kenal oleh masyarakat, yaitu jenis arabika dan
robusta. Biji kopi arabika lebih kecil berwarna hijau dan merah, biasanya
tanaman kopi jenis ini banyak tumbuh di daerah tropis dan sub tropis pada
ketinggian 600 sampai dengan 2000 meter diatas permukaan laut seperti Indonesia
dan beberapa Negara Amerika latin dan Afrika. Sedangkan biji kopi robusta
berwarna coklat kehitaman dapat tumbuh pada ketinggian 800 meter diatas permukaan
laut, rasanya lebih pahit dan mengandung kafein lebih besar dibanding jenis
arabika sehingga biasanya kopi jenis ini berharga lebih murah. Ada lagi jenis
kopi ketiga yang di sebut kopi luwak, yaitu kopi arabika atau robusta yang
sebelumya dimakan oleh luwak kemudian di keluarkan bersama kotorannya setelah
sebelumya mengalami proses fermentasi oleh bakteri secara alami di dalam
lambung hewan sejenis musang ini sehingga mengurangi kandungan asam yang pada
akhirnya memberikan cita rasa dan sensasi unik bagi para penggemarnya, harganya
pun cukup tinggi di pasaran.
Selain jenis kopi tersebut ada lagi beberapa jenis minuman kopi berdasarkan cara meracik dan menyajikannya, seperti Espresso, Cappuccino, coffee Latte, kopi hitam, kopi moca dan lain sebagainya. Ada lagi merk kopi yang tidak akan saya sebutkan dalam artikel ini.
Selain jenis kopi tersebut ada lagi beberapa jenis minuman kopi berdasarkan cara meracik dan menyajikannya, seperti Espresso, Cappuccino, coffee Latte, kopi hitam, kopi moca dan lain sebagainya. Ada lagi merk kopi yang tidak akan saya sebutkan dalam artikel ini.
Sejarah kopi di Indonesia
Kopi pertama kali masuk ke Indonesia pada abad ke 17 dibawa
oleh bangsa Belanda yang pada masa itu mengembangkan tanaman kopi di sekitar
Jakarta kemudian meluas ke beberapa daerah di Jawa barat seperti Sukabumi,
Bogor, Bandung dan daerah Priangan lainnya melalui sistem tanam paksa yang
selanjutnya di kembangkan juga di Sumatra, Bali dan sebagian Sulawesi. Iklim
tropis di Indonesia sangat cocok bagi pertumbuhan tanaman kopi sehingga saat
ini Indonesia menjadi Negara pengekspor kopi terbesar ketiga di dunia setelah
Brazil dan Vietnam.
Pada awalnya kopi sebagai minuman yang bermanfaat menambah kekuatan tubuh pertama kali ditemukan di benua Afrika tepatnya di Ethiopia pada 1000 tahun Sebelum Masehi kemudian di budidayakan di Timur tengah oleh para saudagar arab dan selanjutnya berkembang di Turki, untuk pertamakalinya kedai kopi di buka di Negara ini pada abad ke 15 Masehi, tepat pada tahun 1615 biji kopi secara resmi di bawa ke benua Eropa oleh seorang saudagar Venesia dan akhirnya menyebar pula ke negeri Belanda dan Indonesia yang saat itu masih menjadi koloni Belanda.
Pada awalnya kopi sebagai minuman yang bermanfaat menambah kekuatan tubuh pertama kali ditemukan di benua Afrika tepatnya di Ethiopia pada 1000 tahun Sebelum Masehi kemudian di budidayakan di Timur tengah oleh para saudagar arab dan selanjutnya berkembang di Turki, untuk pertamakalinya kedai kopi di buka di Negara ini pada abad ke 15 Masehi, tepat pada tahun 1615 biji kopi secara resmi di bawa ke benua Eropa oleh seorang saudagar Venesia dan akhirnya menyebar pula ke negeri Belanda dan Indonesia yang saat itu masih menjadi koloni Belanda.
Manfaat Kopi bagi kesehatan
Sebagian orang berpendapat bahwa kopi berbahaya bagi
kesehatan, sebetulnya pendapat ini tidak sepenuhnya salah, memang pada kadar
tertentu kopi bisa membahayakan lambung dan berpotensi memicu tekanan darah
tinggi, namun pada takaran yang tepat kopi malah bermanfaat bagi kesehatan,
diantaranya menghilangkan sakit kepala ringan, membantu menjaga kondisi tubuh
agar tetap bugar, meningkatkan konsentrasi, mengatasi perubahan suasana hati,
mencegah penyakit jantung dan stroke, mencegah kanker dan diabetes dan
sebagainya tentunya dengan tidak sambil merokok. Sekali lagi itu semua harus
pada takaran yang tepat dan tidak berlebihan, bukankan segala sesuatu yang
berlebihan akan menimbulkan efek negative, bukan saja berlaku bagi para peminum
kopi tapi berlaku juga pada semua aspek kehidupan, selanjutnya anda sendiri
yang harus bijak dalam menjalaninya. Catatan bagi yang sudah mendapat surat
peringatan akan larangan minum kopi dari dokter sebaiknya ikuti apa kata
dokter.
Sebuah warung di ujung jalan dekat tampak sepi hanya tampak
seorang penjual menunggu datangnya pembeli. Tidak lama kemudian datanglah
seorang pria paruh baya memasuki warung dan memesan secangkir kopi, selang
beberapa menit kemudian datanglah pemuda memesan minuman yang sama. Sembari
menyeruput kopi yang telah tersaji dihadapan mereka, mulailah mereka membuka
obrolan yang tampaknya berlangsung sangat gayeng dan hangat. Begitulah
keajaiban dari secangkir kopi yang bisa mengakrabkan dua orang yang belum
pernah saling kenal sebelumnya, perbedaan umur yang terpaut cukup jauh seolah
hilang dan layaknya teman sebaya mereka saling bertukar pengalaman. Budaya
meminum kopi telah begitu kuat mengakar di negara kita, Indonesia.
Negara Indonesia memiliki dua provinsi yang dikenal sebagai
sentranya kopi yaitu, provinsi Aceh dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kopi
Aceh mempunyai rasa dan kekentalan tersendiri menjadi ciri khas dari
daerah ini selain itu Aceh adalah penghasil kopi arabika di Indonesia
memiliki para pecandu kopi yang luar biasa. Kopi arabika mempunyai rasa yang
amat khas jika dibandingkan dengan kopi-kopi yang berasal dari Jawa. Budaya
meminum kopi di Aceh seperti tidak mengenal waktu karena bisa berlangsung dari
pagi hingga ketemu pagi lagi disertai dengan menikmati gorengan dan obrolan
hangat membuat waktu berlalu begitu cepat. Tidak mengherankan jika
warung-warung kopi di Aceh akan selalu senantiasa tampak ramai.
Yogyakarta pun memiliki kopi yang sudah begitu akrab di
telinga penduduk Jawa yaitu kopi joss. Kopi joss adalah kopi tubruk yang
dicampuri dengan arang yang masih menyala. Kombinasi dari kopi tubruk dengan
arang adalah panas kopi yang begitu awet dan menjadikan rasanya sangat nikmat,
cocok untuk dinikmati selama berjam-jam. Oleh karena itu mudah bagi kita untuk
menemukan warung-warung angkringan yang menyediakan kopi joss. Sembari
menikmati secangkir kopi joss, pengunjung bisa mendiskusikan dan berbicara
berbagai hal. Budaya meminum kopi joss adalah salah satu ciri khas kota gudeg
dalam menjaga hubungan kekerabatan.
Jika kita coba melihat kembali kebelakang bahwa budaya meminum
kopi adalah salah satu cara untuk merayakan suatu kejadian penting. Bahkan
sejak kecil sudah banyak masyarakat Indonesia yang dikenalkan dengan minuman
kopi selain susu. Sampai ada beberapa orang yang merasakan pusing dan tidak
enak badan jika mereka tidak bisa meminum setidaknya secangkir kopi dalam
sehari. Kopi yang ada di Indonesia sudah lebih dari sekedar minuman penghangat
tubuh. Melalui secangkir kopi obrolan-obrolan hangat bisa dimulai, melalui kopi
pula kita bisa saling bertukar informasi. Tidaklah mengherankan jika saat ini
kopi telah berubah menjadi sebuah fungsi sosial. Tidak ada permusuhan dan
persaingan ketika meminumnya, yang ada hanyalah kedamaian, kehangatan, dan
keakraban.
Budaya meminum kopi telah ada dari Sabang hingga
Merauke dan mereka meminumnya dengan cara mereka masing-masing. Di Aceh meminum
kopi adalah suatu hal yang wajib dan telah menjadi kebutuhan. Merupakan hal
yang susah untuk bisa lepas ketergantungan dari kopi arabika bagi masyarakat
Aceh. Lain Aceh lain pula Yogya, begitupula kopi joss berbeda pula dengan kopi
arabika yang ada di Aceh. Masyarakat biasa menyeruput kopi joss untuk
mengumpulkan kembali balung tulang yang hilang atau istilahnya menjaga hubungan
kekerabatan. Melalui secangkir kopi joss pula, sudah banyak deal-deal bisnis
yang bisa tercapai. Memang seperti inilah budaya tentang meminum kopi yang
ada di Indonesia
